KATA BIJAK ISLAMI

1. Kemarahan adalah keadaan dimana lidah bekerja lebih cepat daripada pikiran dan tindakan lebih cepat dari nurani,barang siapa takut kepada Allah niscaya tidak akan dapat dilihat kemarahannya.
Sedangkan senyuman adalah anugerah Allah bagi setiap manusia yang mengandung cahaya kebaikan dan kesucian,membawa kedamaian bagi yang melihat dan menumbuhkan welas asih bagi yang memberi.maka tersenyumlah kepada semua orang.
" Tidak ada kebaikan dalam dirinya,ia adalah penghuni neraka,yakni wanita yang menyakiti tetangganya dengan lidahnya."
{ HR.Bukhari dalam Al-adab al mufrad (no.119) ,Ibnu Hibban (2054), al hakim (4/166),ahmad (2/440) }


2. Kebahagiaan bukan terletak pada kekayaan atau jabatan,bukan terletak pada tempat hidup bukan pula terletak pada teman yang paling dekat.kebahagiaan yang sebenarnya adalah terletak di hati yang bersih.
Kenapa kebahagiaan terletak di hati yang bersih ?
Karena hati yang bersih itu tidak memiliki kebencian
hati yang bersih tidak memiliki dendam
hati yang bersih selalu berada dalam keimanan jauh dari hawa nafsu yang mencelakakan.
dan hati yang bersih pasti ikhlas dan tabah dalam menghadapi rintangan.



3. ♥ Kupu-kupu menjadi indah ketika ia mampu berjuang melepas diri dari kepongpong.
♥ Begitu juga hidup kita akan indah ketika kita mampu berjuang,melewati hal yang sulit dengan merendahkan hati hanya kepada-Nya.
♥ Allah tidak pernah menjanjikan pelayaran yang indah...
Tapi Allah menjanjikan pelabuhan yang teduh dan nyaman untuk meneguhkan setiap hati yang berharap hanya kepada-Nya.



4. Jika apa yang kita inginkan masih sulit di wujudkan,maka sadarilah bahwa ada yang sedang di upgrade dalam diri kita.
Ada keindahan dalam setiap takdir-Nya.
Akan selalu ada hikmah di balik setiap kejadian asal kita mau sejenak merenung,bertafajur sembari terus menguatkan sabar dan syukur.
Ketika mimpi seolah menabrak jalan buntu,sadarilah bahwa Allah sedang meng-upgrade hal penting dalam diri kita yaitu kesabaran dan keikhlasan.
Mungkin ada banyak hal yang tidak kita inginkan,padahal sejatinya itu yang kita butuhkan.sebaliknya,ada banyak hal yang begitu besar hasrat kita untuk meraihnya,namun sejatinya ada banyak kerugian di baliknya.karena sesungguhnya Allah lah yang paling tahu apa yang kita butuhkan,apa yang baik atau tidak baik untuk diri kita.jadi,selalu berbaik sangkalah kepada-Nya karena hal itu akan menuntun hati untuk bisa lebih tenang menghadapi kenyataan,baik menyenangkan ataupun tidak.


5.  Sabar berarti tahan uji. Ia bukan sikap pasif. Melainkan sebuah sikap aktif yang didorong oleh idealisme. Ia adalah desakan yang ada pada setiap manusia untuk menjadi lebih baik dari hari ke harinya. Karena kesabaran inilah, kita mengenal banyak pribadi yang sukses. Mereka sabar dalam mengejar mimpi sehingga terwujud seperti apa yang dia inginkan. Rasulullah dan para sahabat adalah salah satu bukti. Beliau dengan kesabaran baja tetap menyebarkan risalah Allah. Bahkan, himpitan, siksaan, juga aneka makar yang selalu dilancarkan oleh seluruh pengganggu dakwah seperti tidak berdampak. Rasululah tetap melanjutkan langkah, Akhirnya, Islam jaya di muka bumi.

Allah berkali-kali memerintahkan kepada kita untuk bersabar, “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’”(Al baqarah : 45). Dalam ayat lain, “Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan Sabar dan Shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” ( Albaqarah 153).


6. Memang, tak mudah melatih diri, mengikuti jejak pemilik akhlak Qur'ani.
Makin ingin sabar, maka akan banyak latihan yang tak terduga, untuk mengguncang komitmenmu!!
Tp, justru letak indah itu ketika kau mampu menghadapinya, dengan cara terbaik!
Tugasmu: kuatkan ikhtiar, ikuti ujiannya, hadapi jatuh bangun, abaikan lalai yang melambai.
& wasilah perbaikanmu, tak perlu kau pikirkan darimana datangnya.
Dari mereka yang terdekat, terjauh, yg kau cinta, yg tak kau sukai, yang menyukaimu atau yang membencimu.
Hadapi saja, karena rapot akhirmu Allahlah penentunya.
Tangismu, tawamu, senyummu, jihadmu menghadapi segala maksiat dihati, biarkan Dia yang meneliti
Seberapa pantas kau menempati tempat terbaik yang disediakanNya.


7. Kalo ada batas akhirnya bukan Sabar, Sobat!
Melainkan dilanjutkan dengan tindakan setelah sabar, karena sabar itu bukan berarti diam, sabar itu bukan berarti menangis berpanjangan, melirik masa lalu kemudian menginginkannya kembali.
Sabar itu bukan lemah, melihat dengan mudahnya seseorang menghancurkan berkeping-keping semangat yang telah dibangun sedemikian rupa. Sabar bukan berarti diam, saat puzzle kepingan hati yang di satukan justru dipatahkan oleh lisan-lisan yang tidak bertanggung jawab.
Sabar itu, bukan membiarkan pos yang telah diamanahkan dihancurkan oleh orang yang mementingkan kepentingan pribadi saja.
Jiwa ini memang dimiliki sepenuhnya padaNya, tentu bersama segala konsekuensinya.
Tapi, batas akhirnya bukan sabar, Sobat!
Jika sabar berada diatas sabar, maka tunggulah aksi atas dasar sabar.


8. ” Didiklah jiwamu dengan ilmu yang bermanfaat Sahabatku, Insya Alloh ia akan mempertinggi derajatmu, sesungguhnya jiwa itu bagaikan kaca dan akal pikiran bagaikan lampunya, sedangkan hikmah (kebijakan) ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala laksana minyaknya. Apabila ia bercahaya, maka dirimu akan menjadi hidup dan apabila ia padam,maka dirimu akan seperti mati”.(al hadits).


9. Dalam bahagia Allah subhanahu wa ta'ala menyisipkan duka...
agar kita tahu ada hikmah di balik air mata...
Dalam harap Allah subhanahu wa ta'ala menyisipkan resah...
Agar kita sadar untuk mengiringi doa dengan sepenuh pasrah...
Dalam juang pun Allah subhanahu wa ta'ala meletakkan lelah...
agar kita ingat betapa mahalnya istiqomah...


10. Sungguh... merubah diri dari lalai menjadi taat memang tidak mudah...
mengangkat kaki dari suatu kekeliruan yang sudah lama dilakukan,lalu memindahkannya ke atas jalan yang benar dan baik ,itu sulit...
justru masalah inilah yang pertama kali harus kita sadari dalam dalam.

seperti yang dikatakan Imam Ibnul Jauzi, " Jangan sekali-kali engkau menganggap jalan (merubah diri menjadi baik) itu mudah."
Jalan itu dipenuhi sesuatu yang kita benci,banyak halangan,penuh duri-duri tajam yang bisa membuat kita sakit.

Hanya saja...
Jika kita sudah berhasil melewatinya,kita pasti akan melupakan seluruh rasa sakit,seluruh keletihan itu...
jika kita telah melewatinya,kita akan merasakan kelezatan yang tak terbandingkan oleh kelezatan manapun dari kelezatan duniawi yang pernah kita rasakan.

1 komentar:

ayunks TI said...

THANKS ATAS RRNUNGANNYA SOB . . .SEMOGA BERMANFAAT . .

http://sahrul-ti.blogspot.com

Post a Comment